ARTIKEL PINTASAN

Thursday, August 14, 2014

Surat Sehat dengan Air





Dear Pembaca, apakah Anda pernah mendengar iklan layanan tentang air di layar televisi? Petikan kalimat iklan layanan tersebut begini, “Air mengalir dampai jauh…” Pastilah ada yang mendengar. Ada pula memang yang tidak pernah mendengar iklan yang telah terbilang klasik tersebut.
Apabila Anda mendengar, Anda termasuk orang yang beruntung. Perhatikan saja petikan kalimat di atas, mengisyaratkan bahwa air itu sangat penting sehingga ia terus mengaliri dunia. Karena itulah disebut “sampai jauh”. Jauh berarti sulit terhingga. Seandainya tidak mengalir sampai jauh, entah bagaimana nasib sebagian manusia di bebarap belahan bumi pertiwi ini.
Pembaca tahu bahwa manusia berasal dari segumpalan air, yakni sperma. Manusia bermula dari perkawinan dua insan, yang menghasilkan sperma. Sperma melanjutkan perjalanannya ke dalam rahim. Setelah di rahim, sperma akan membentuk benih manusia. Setelah itu, ia dibungkus air ketuban. Begitu keluar dari rahim (lahir), manusia bayi segera mungkin untuk diberi air (Air Susu Ibu). Begitulah siklus air di dalam kehidupan manusia itu. Ia terus berputar sampai jauh.
Dear Pembaca, tak usah sedih apabila Anda tidak pernah mendengar iklan tersebut. Coba perhatikan bentuk kata-kata lainnya yang mirip. Salah satunya ialah “Tanah Air”. Apa jadinya apabila frasa itu tanpa “air”? Tentu frasa menjadi tidak bermakna negeri, melainkan cuma merujuk sejenis materi, yakni tanah.
Biasanya frasa itu digunakan untuk menunjuk suatu wilayah yang dihuni manusia. Penghuninya mengorganisasi wilayah dan penghuni secara baik dan kolektif. Mereka berpijak di atas tanah. Mereka bergerak dan hidup karena air. Begitulah pentingnya unsur tanah dan air.
Pembaca juga tahu bahwa manusia berasal dari segumpalan tanah dan akan kembali ke tanah. Manusia hidup dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang yang tersedia di dunia ini. Manusia memakan dua mahluk dunia tersebut untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Pembaca sekalian pasti tahu bahwa tumbuh-tumbuhan hidup dari tanah, di mana akarnya tertanam di tanah. Pembaca sekalian juga pasti tahu, sebagian besar binatang-binatang memakan jenis tumbuh-tumbuhan (herbivora). Sebagian lagi, binatang pemakan daging (karnivora) pun memangsa binatang-binatang pemakan tumbuh-tumbuhan. Contohnya, musang memakan ayam.
Dear Pembaca, coba perhatikan baik-baik lagi dua mukadimah di atas, kutipan iklan dan frasa “Tanah Air”. Dua mukadimah ini sudah menunjukkan pentingnya air bagi kehidupan, baik bagi kelangsungan alam maupun kesehatan manusia itu sendiri.
Dear Pembaca, setelah membaca mukadimah perihal benda cair yang cukup penting ini, apakah Anda masih mengabaikan keberadaan air di sekitar Anda? Apakah Anda merasa air tidak cukup penting daripada uang? Apakah Anda menganggap bahwa air bukanlah unsur yang membuat Anda sehat? Apakah Anda masih mengabaikan ancaman krisis air?
Sejatinya manusia membutuhkan air untuk sirkulasi metabolisme tubuh. Anak-anak terdiri atas 80% kandungan air. Dewasa terdiri atas 60% kandungan air. Sementara lansia terdiri atas 50% kandungan air. Tahun lalu, dr. Inge Permadhi, MS, SpGK, dari Unit Jejaring dan Humas Indonesian Hydration Working Group (IHWG), menjelaskan bahwa anak-anak membutuhkan asupan 1.100-1.600 mililiter air per hari dan orang dewasa membutuhkan asupan 2.300-2.500 mililiter air per hari. Kebutuhan itu sesuai pemenuhan batas dehidrasi.
8 gelas per hari
Dengan pemenuhan asupan air tersebut, metabolisme akan berjalan lancar. Darah akan terus bekerja normal. Peredaran darah diikuti kerja-kerja organ lainnya.
Apabila tidak terpenuhi secara berkala metabolisme pun terganggu. Artinya, tubuh akan kedatangan tamu yang menyedihkan, yakni penyakit. Tentu penyakit bukanlah keadaan yang diinginkan siapa pun di dunia ini. Sakit membuat tubuh tidak mampu beraktivitas normal, sehingga aktivitas sehari-hari terganggu, seperti aktivitas ekonomi dan aktivitas lainnya.
Mother Nature Network pernah melansir penyakit-penyakit yang diakibatkan kekuarangan asupan air secara berkala. Penyakit tersebut ialah asma dan alergi, tekanan darah tinggi, ganggu kulit, kolesterol tinggi, gangguan ginjal, gangguan pencernaan, dan radang sendi.
Penyakit kurangnya asupan air satu di antaranya mengancam kematian, yakni asma. Seperti dijelaskan Mother Nature Network, ketika dehidrasi keluar masuknya udara ke dalam tubuh menjadi terbatas. Pada situasi seperti itulah sumber-sumber penyakit masuk melalui udara, karena sirkulasi udara tidak berjalan normal.
tanda dehidrasi
Penyakit asma merupakan jenis penyakit yang menyerang tanpa batas usia. Asma juga dapat menyerang laki-laki maupun perempuan. Badan Kesehatan Internasional (WHO) mencatat, pada tahun 2006 terdapat 226 juta orang dari 300 juta orang di dunia meninggal akibat asma.Dari angka itu, 12 juta di antara penderita asma merupakan penduduk Indonesia. Dan penyakit ini merupakan salah satu dari sepuluh jenis penyakit penyebab kematian. Belum diketahui secara pasti angka kematian akibat penyakit asma yang dilatari kekurangan asupan air (dehidrasi). Meski begitu, resiko penyakit asma dapat diminimalisasi dengan adanya asupan air ke dalam tubuh secara normal.
//
Dear Pembaca, tahukah Anda bahwa ketersedian air di Indonesia belum memadai secara maksimal. Lembaga statistik nasional, Badan Pusat Statistik (BPS), mendata, dalam retan tahun 2004-2013, penduduk Indonesia masing kekurangan akses air. 78,2 juta jiwa atau 32,27% penduduk Indonesia masih kekurangan akses air minum aman. Sementara itu, 96,7 juta jiwa atau 40,29% penduduk Indonesia masih kekurangan akses sanitasi layak. Data Kantor Utusan Khusus Presiden RI (KUKPRI) untuk MDGs juga mencatat bahwa 54,9% penduduk Indonesia tidak memiliki akses air minum tanpa kemasan.
Angka tersebut cukup mengkhawatirkan. Sebagian penduduk Indonesia masih terancam potensi penyakit akibat kekurangan asupan air. Tingginya angka tersebut ternyata, salah satu faktor, akibat ketidakpedulian kita (negara Indonesia) terhadap pengoptimalan daya tahan air.
Padahal, Indonesia termasuk negara potensi air terbesar kelima di dunia. Curah hujan di Indonesia termasuk relatif besar, yakni mencapai 1.000-4.000 mm/tahun. Ahli di Indonesia, seperti dilansir Bisnis.com tahun lalu, dinukil windiland.blogspot.com, juga menyatakan bahwa potensi air di Indonesia mencapai 700 triliun meter kubik per tahun. Namun, air yang bisa ditampunng hanya 200 meter kubik, atau hanya dengan ketahanan 0,02%.
//
Dear Pembaca, jika Anda peduli kehidupan Anda sendiri maka mulailah peduli terhadap air di sekitar Anda. Tanpa air, ternyata dirimu bukanlah apa-apa. Dengan kekurangan air, ternyata diri Anda bisa jatuh sakit, sehingga Anda tidak dapat beraktivitas.
Dear Pembaca, jika Anda peduli lingkungan Anda maka mulainya aware terhadap potensi-potensi pencemaran air di sekitar Anda. Tanpa air, tanah di sekitar Anda akan kering (gersang). Dengan kekurangan air, ternyata lingkungan Anda tidak dapat optiomal menyeburkan tanaman yang mampu menghasilkan udara segar (O2, dan membakar CO2 di kala siang hari).

Dear Pembaca, ketahuilah betapa pentingnya air bagi kesehatan. Kesehatan bagi kita adalah kelestarian antara tanah dan air. Begitulah air mengalir sampai jauh, dan melintasi tubuh manusia sebelum akhirnya kembali ke tanah.



Catatan sumber gambar
Gambar 1: http://www.thecanadiandaily.ca/wp-content/uploads/2013/08/Water-Droplet.jpg
Gambar 2: http://4.bp.blogspot.com/-rSvpWXUTwzw/TfCXxwk2DMI/AAAAAAAANpE/fYEj6FFaB7U/s1600/waterglass.png
Gambar 3: http://mediskus.com/wp-content/uploads/2013/08/kulit-dehidrasi.jpg

Share this:

1 comment :

  1. Edukasi tentang urgensi air harus terus menerus dilakukan yaa.. Supaya kita peduli dengan air.

    http://bukanbocahbiasa.wordpress.com/2014/08/30/yaiks-sumber-air-minumku-tercampur-tinja/

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar Anda di sini. Semoga komentar Anda menjadi awal silaturahmi, saling kritik dan saling berbagi.

 
Back To Top
Copyright © 2014 Fredy Wansyah. Designed by OddThemes