ARTIKEL PINTASAN

Wednesday, December 3, 2014

Sebab Musuh

ilustrasi (gambar: blogspot)
Cerita Bijak "Sebab Musuh" - Di dalam mobil, sang istri melihat suaminya membuang sampah tepat di depan rumah Pak Jono, yang tak lain tetangga mereka sendiri. Sesampainya di rumah, tepat saat suami istri tersebut keluar dari mobil, sang istri bertanya kepada suaminya yang baru saja mengunci pintu mobil.
“Kenapa kamu selalu buang sampah dari dalam mobil di rumah Pak Jono? Selalu kamu lakukan itu, hampir saban hari. Sudah tiga bulan ini kamu begitu.”
“Loh, apa salahnya kita melawan musuh dengan cara licik? Bukannya selama ini Pak Jono kita anggap musuh. Dia kan selalu menggosipi keluarga kita ke masyarakat. Dia kan selalu mencela kita di hadapan ibu-ibu tetangga komplek. Dia kan pernah mengempesi ban mobil kita. Dia kan yang mengaliri air selokan ke taman halaman kita. Malah, setahun yang lalu, dia memfitnah saya. Dia tebar fitnah ke kantor, tempat kerjaku,” ungkap sang suami.
“Kamu tahu tidak, gara-gara fitnah itu, atasan kamu jadi semakin sering memperhatikan kamu. Karena sering diperhatikan atasan, enam bulan yang lalu kamu naik jabatan kan?”
“Iya, benar. Terus kamu bela dia?”
“Bukan berarti bela dia. Kamu suamiku, ya berarti aku bela kamu. Artinya pula apa yang aku bilang ini adalah pembelaanku untuk berpihak ke diri kamu.”
“Ya sudahlah. Lagian Cuma sebatas sekantong sampah.”
“Iya, sekantong sampah. Sekantong kalau setiap hari jadi banyak.”
“Lebih baik kamu bikini aku teh hangat sana. Daripada celoteh demi tetangga kamu itu,” kata si suami.
“Aku ingin mengingatkan, mohon besok tidak buang sampah lagi ke depan rumah Pak Jono. Musuh tak seutuhnya menyebabkan kita bobrok atau buruk. Musuh juga berperan dalam perkembangan diri kita. Ia ibarat ujian, tanpa Pak Jono kamu tak bisa membeli mobil kreditan ini. Sebab musuh punya peran baik yang tersembunyi. Hanya orang-orang bijak yang melihat peran baik yang tak tampak itu,” tutur si istri.

Sepuluh menit kemudian mereka duduk santai di beranda belakang rumah sambil menikmati suguhan teh hangat.

Share this:

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar Anda di sini. Semoga komentar Anda menjadi awal silaturahmi, saling kritik dan saling berbagi.

 
Copyright © 2014 Fredy Wansyah. Designed by OddThemes