![]() |
Selebrasi Van Persie usai mencetak gol (foto: Mirror.co.uk) |
Ulasan Sepakbola; Tuhan di Lapangan Hijau - Hingga babak
pertama usai, kedudukan Manchester United (MU) dan Chelsea masih imbang 0-0.
Meski pasukan The Red Devil lebih
dominan dalam penguasaan bola, berkisar antara 52%-48%, MU belum mampu
menciptakan gol sebiji pun. Justru Chelsea mampu menciptakan peluang yang
sangat berbahaya, saat Eden Hazard mampu melewati benteng pertahanan MU.
Sayang, tendangan akhir pemain timnas Belgia itu masih mampu dihalau David De
Gea.
Tak berapa lama
babak kedua berlangsung, MU langsung berinisiatif melakukan serangan melalui
sayap. Sayap kiri dan sayap kanan. Namun, serangan-serangan Chelsea lebih
efektif dibandingkan serangan MU. Hingga suatu kesempatan, saat tendangan
sudut, Didier Drogba menjadi pahlawan Chelsea. Fabregas, pengeksekusi tendangan
pojok, mengumpang ke tiang dekat. Bola disambut Didier Drogba. Bola sundulan
pemain veteran itu mengenai kepala Van Persie yang berjaga tepat di garis
gawang, sehingga David De Gea tak mampu menghalau bola. Satu gol untuk Chelsea.
Hingga sepuluh
menit terakhir babak kedua, MU terus meningkatkan intensitas serangan. Tiga
lini serangan terus diaktifkan para pemain MU, mulai dari kedua sisi sayap
hingga lini tengah. Strategi roker pemain antara pemain sayap kiri dan pemian
sayap kanan pun terus diupayakan. Namun, hasil masih nihil.
Hingga babak
tambahan, MU semakin berapi-api, selayaknya permainan tim pada umumnya, yang
selalu meningkatkan intensitas serangan di akhir babak kedua akibat kekalahan
gol. Suatu kesempatan, bermula dari umpan pojok Di Maria, bola melambung ke
arah Fellaini. Pemain timnas Belgia itu menyundul sekenanya, tentu mengarah
tepat ke gawang Chelsea. Penjaga gawang Chelsea masih sigap menghalau bola.
Terjadilah bola pantulan. Bola pantulan tentu terjadi tanpa rencana pikiran si
pemain. Bola menggelinding sekenanya, hingga bola pantulan itu mengarah ke Van
Persie.
Dengan kekuatan
kaki kirinya, Van Persie menendang bola dengan respon yang cukup baik. Terarah
dan efektif. Ceplos...! Bola masuk ke gawang The Blues. Kedudukan menjadi imbang 1-1. Meski waktu tambahan
tersisa satu menit lagi, dari empat menit waktu tambahan, Chelsea gagal meraih
poin penuh akibat bola pantulan menggelinding ke arah Van Persie.
Gol Van Persie
pada laga yang berlangsung di Old Trafford, 26 Oktober 2014, itu mengingatkan
“gol tangan Tuhan” Maradonna. “Gol campuran” (meminjam istilah yang digunakan
Sindhunata) Maradonna menyiratkan Tuhan juga ikut bermain di lapangan hijau.
Tuhan berperan menentukan hasil akhir.
Kedua gol, baik
gol Maradonna dan gol Van Persie, merupakan gol yang tercipta atas
ketidaksengajaan. Maradonna, entah itu kecerdikan atau ketidaksengajaan,
menciptakan gol dengan unsur ketidaksengajaan. Bola jatuh tepat di sisi
tangannya. Semula Maradonna ingin menyundul. Begitu pula Van Persie, semula
pemain timnas Belanda ini bersiap-siap ingin menyundul umpan dari Di Maria.
Namun, bola datang ke kakinya ialah bola hasil halauan penjaga gawang Chelsea.
Tuhan ikut
bermain di lapangan hijau. Di setiap pertandingan. Tuhan tak pernah tampak oleh
penonton, tapi Tuhan berwujud “yang ada” dalam “apa yang tiada”.
Yogyakarta, Oktober 2014
Post a Comment
Silakan tinggalkan komentar Anda di sini. Semoga komentar Anda menjadi awal silaturahmi, saling kritik dan saling berbagi.