ARTIKEL PINTASAN

Monday, May 19, 2014

Siapa Pahlawanmu?


 
ilustrasi (foto: blogspot)
Siapa Pahlawanmu? - “Bro, jagoin siapa pilpres kali ini?” begitu pertanyaan terlontar dari salah seorang teman saya. Sambil berpikir kekurangan dan kelebihan masing-masing, benak saya tertuju pada dua tokoh capres, Jokowi dan Prabowo. Yang satu kecenderungan berkarakter keras, tegas, dan punya modal ekonomi yang kuat. Yang satu lainnya kecenderungan berkarakter tegas, lemah di hadapan publik, dan gak neko-neko. “Ah, belum tau, Bro,” begitu kira-kira saya jawab pertanyaan tersebut.
Sebegitu hebatkah kita menerka-nerka jagoan. Apa itu jagoan? Apakah jagoan sama halnya dengan pahlawan? Kalau sama, maka lebih tepat saya akan jawab bahwa pahlawan saya adalah orangtua saya. Sama halnya ketika orang bertanya siapa pahlawan perempuan dalam hidup saya. Jawaban saya tentu tak lepas dari orangtua, Ibu, juga nenek saya. Tentu, yang lainnya kelak adalah pendamping hidup.
Ketika masih kecil, tentu saya belum menyadari kepahlawanan orangtua atau orang-orang di sekitar. Pahlawan adalah tokoh televisi yang tampil membela kebenaran dan melawan kejahatan. Mereka pahlawan karena mengorbankan diri demi orang-orang banyak. Mereka tak takut mati dan tak takut penderitaan. Karena itulah saya pilih Power Ranger dan Ultraman, pahlawan saya ketika itu.
Mungkin tidak jauh berbeda dengan Anda. Mungkin menjadikan sosok fiksi di televisi, yang tampil setiap akhir pekan, sebagai pahlawan. Entah itu Batman, Superman, Robinhood, atau Megaloman. Ada pula yang menjadikan Doraemon dan Sailormoon sebagai pahlawan.
Tak jarang saya melihat teman-teman kecil saya kala itu menunjukkan gaya bak pahlawan idolanya. Mereka mengangkat tangan kanan dan tangan kiri di sisi badan. Mereka berdiri memikul pinggang bak Ultraman. Mereka memutar-mutar tongkat kecil bak Sailormoon. Mereka memutar badan sambil berseru “Berubah!”
Tanpa menjelaskan lebih jauh di tulisan ini, yang jelas kontruksi kepahlawanan telah dibentuk sejak kecil. Lewat TV, lewat cerita-cerita komik, lewat bentuk-bentuk budaya massa lainnya, sosok pahlawan asing telah tertanam di kepala. Seiring dengan kesadaran, pahlawan asing tadi mulai bergeser. Pahlawan dalam hidup ini ialah orangtua atau orang-orang yang berjasa membesarkan diri. Pahlawan dalam keagamaan tak lain ialah Nabi Muhammad (agama Islam).

Mana mungkin saya menerka-nerka pahlawan politik dalam waktu yang singkat. Mana mungkin saya memahami kepahlawanan tokoh politik dari jejak rekam di media massa semata untuk menjatuhkan pilihan kala pemilihan presiden kelak sebelum saya tahu apa yang dikorbankan dalam hidup mereka bagi kehidupan bernegara ini.

Share this:

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar Anda di sini. Semoga komentar Anda menjadi awal silaturahmi, saling kritik dan saling berbagi.

 
Back To Top
Copyright © 2014 Fredy Wansyah. Designed by OddThemes