![]() |
Kolya (Leviathan. Blogspot) |
Seorang
politikus, selaku walikota di Barents, Pesisir Utara Rusia, berambisi memenangi
pemilihan umum di masa usainya era kepemimpinannya. Ia berencana memperluas
kekuasaan tanahnya sebelum memasuki masa pemilu. Rencananya, ia akan membangun
sebuah apartemen di kawasan Barents.
Tak
mudah baginya menguasai kawasan tepi laut. Kolya, salah seorang warga –tokoh utama
film Leviathan- berusaha mempertahankan tanah berserta rumahnya. Tanah yang
menjadi tempat tinggal turun-termurun dari kakek-neneknya itu tak ingin
dirampas sang walikota. Kolya dan sang politikus, Vadim.
Meski
sebatas warga di Desa Barents, Kolya melawan lewat adu meja hijau. Kolya maju
didampingi kuasa hukumnya, yang tak lain sahabatnya sendiri, Dmitri.
“Kenapa
Kolya, apakah kau tak bias melawanku sendiri?” angkuh Vadim kepada Kolya di
beranda rumah, sesaat melihat Dmitri, yang asing bagi Vadim. Vadim sempoyongan
karena bir, dengan didampingi bodyguard. Kedatangannya ke rumah Kolya untuk
menegaskan penggusuran yang telah memasuki babak perseteruan di meja hijau. “Aku
akan melawanmu, persetan!” balas Kolya.
Perseteruan
membuat Vadim geram. Semakin geram ketika mengetahui Dmitri merupakan pengacara
dari Moskow yang memiliki relasi luas. Dmitri membawa berkas-berkas ke meja
kerja Vadim. Dengan santai Vadim membaca berkas tersebut.
“Aku
hampir mati membaca berkas-berkas itu!” tutur Vadim kepada rekan-rekannya,
seperti polisi, pengacara, dan pejabat penting. Obrolan emosional Vadim itu
terlontar di dalam ruangan, tak berapa lama Dmitri berkunjung ke kantornya untuk
memberi berkas-berkas rahasia keburukan Vadim.
Film
Leviathan ini bukan film yang menyuratkan keistimewaan rakyat di hadapan
politikus ambisius yang menjabat walikota. Bukan pula film yang mengistimewakan
pejabat korup. Kolya hanya laki-laki emosional, yang menghadapi persoalan pelik
dengan penguasa. Emosi yang membuat dirinya tak mampu menyayangi istrinya
dengan cinta, hingga Lilya selingkuh dengan Dmitri.
Emosi
membawa Kolya ke jeruji besi karena dituduh membunuh istri mudanya, Lilya.
Rumah tangga semakin pelik, ia dipenjara sementara anak satu-satunya diasuh
sahabat Kolya. Rumah Kolya kosong. Sebelumnya, Kolya hidup bersama anak dan
Lilya. Kendaraan alat berat merubuhkan rumah Kolya. Vadim menang. Bukan menang
di meja hijau, tetapi menang dengan politik, memanfaatkan daya kekuasaannya.
Siapa
sangka kerusakan rumah tangga Kolya dimotori Vadim? Meski tak tersurat di tutur
dalam film Leviathan, alurnya menyiratkan Vadim adalah politikus ambisius, tak
ubahnya mahluk berupa iblis yang hidup di laut. Rakyat tak mungkin menyangka
kehancuran rumah tangga Kolya dan penggusuran rumah Kolya dirancang oleh
seorang walikota yang dekat dengan seorang pendeta.
Di
akhir kisah film unggulan Cannes Festival 2014 ini, Vadim keluar dari gereja
beserta keluarganya. Ia ramah dengan sesame jemaat gereja lainnya. Wajahnya
sumringah.
Judul: Leviathan
Sutradara: Andrey
Zvyagintsev
Pemain: Aleksei Serebryakov (Kolya), Vladimir Vdovichenkov (Dmitri), Elena Lyadova (Lilya), Roman Madyanov (Vadim)
Pemain: Aleksei Serebryakov (Kolya), Vladimir Vdovichenkov (Dmitri), Elena Lyadova (Lilya), Roman Madyanov (Vadim)
Rilis: 2014
Post a Comment
Silakan tinggalkan komentar Anda di sini. Semoga komentar Anda menjadi awal silaturahmi, saling kritik dan saling berbagi.