ARTIKEL PINTASAN

Thursday, September 18, 2014

Pemilik Kemenangan



The Mecanic (Foto: Blogspot)

Ulasan Film The Mecanic: Pemilik Kemenangan - Kecerdasan dan mental adalah dua aspek penting mencapai kemenangan. Siapa saja yang tidak menyiapkan diri untuk kemenangan sudah barang tentu akan terjebak pada kemenangan semu. Melakukan sesuatu dengan dadakan hanya membawa pada kegagalan. Begitu pesan tersurat di dalam film The Mecanic, oleh sutradara Simon West.
“Kemenangan milik orang yang siap.” Begitu bunyi pesan di sebuah pistol mewah di bagian akhir film yang dibintangi Jason Statham ini.
Arthur adalah seorang pembunuh professional. Ia mendapat pekerjaan dari seorang pimpinan bisnis gelap. Ia dibayar mahal, berapa pun ia memaminta bayaran tetap dibayar. Ia mendapat pesanan dari pimpinan tersebut, tiap-tiap calon korban memiki karakter tersendiri. Ia harus memiliki banyak waktu, tempat, dan data untuk menganalisis dan merancang strategi pembunuhan. Pembunuhan tidak dilakukan dengan cara amitiran. Ia merancang bagaimana pembunuh terlihat “seolah-olah”. Ia punya banyak pengalaman, banyak korban, banyak upah, dan banyak cara, sehingga mental dan pengalamannya membentuk siapa ia sesungguhnya.
Salah seorang korbannya ialah orang yang ia kenal. Seperti biasa, ia tega membunuh orang tersebut meski sempat merasakan kegelisahan. Misi pembunuhan tetap dilangsungkan. Semua dilakukan cara professional dan “seolah-olah”.
Dengan scenario yang tidak matang, yang memunculkan banyak fragmen plot paksaan, Arthur merekrut rekannya untuk menjadi tumbal atau perantara pembunuhan. Sejak itu ia berinisiatif mendidik rekannya tersebut untuk menjadi pembunuh yang professional seperti apa yang ia kerjaan. Namun, rekan itu tidak lain adalah anak salah seorang korban yang ia kenal.
Seperti senjata makan tuan. Begitu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan Arthur dalam merekrut rekannya. Rekan menjadi musuh, karena dendam terhadap Arthur yang diketahui sebagai pembunuh bapaknya. Hingga akhirnya, Arthur menjadi “korban” rencana pembunuhan. Dengan pistol dan tangki bensin, Arthur dirancang sebagai orang yang akan mati di saat mobil yang ia tumpangi melakukan pengisian bensin. Mobil meledak, di saat Arthur berada di dalam mobil. Sedang rekannya tersebut berada di luar.
Arthur paham situasi bagaimana keluar dari ancaman. Dengan tanpa sengaja mengetahui keberadaan pistol di tubuh rekannya, Arthur paham situasi dan kondisi. Ternyata sekian detik sebelum mobil meledak, Arthur bergerak cepat ke luar mobil.

Sementara dalam potongan lainnya, Arthur telah menyiapkan strategi ledakan di rumah yang ia sewa untuk merancang pembunuhan. Di kala merasa menang karena berhasil meledakkan mobil yang ditunggangi Arthur, rekannya tersebut kembali ke rumah dan memainkan piringan musik yang telah dirancang mengandung “alat peledak”. Seketika itu pula rekan Arthur tewas akibat ledakan. Sedang Arthur masih bebas menghirup udara. Begitulah ia melangkah menyambut kemenangan, “Kemenangan milik orang yang siap.”


Trailer The Mecanic di saluran Youtube:

Share this:

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar Anda di sini. Semoga komentar Anda menjadi awal silaturahmi, saling kritik dan saling berbagi.

 
Back To Top
Copyright © 2014 Fredy Wansyah. Designed by OddThemes