ARTIKEL PINTASAN

Monday, July 14, 2014

Kecanduan Smartphone




Semua telah kecanduan telefon pintar (Arianna Huffington)

Arianna Huffington (caricature by blogspot)
Kecanduan Smartphone - Seorang tokoh berjalan di tengah Ibu Kota. Ia tak memandang orang berinteraksi dengan benda kecil. Ia abaikan sejenak hal itu karena ia harus naik busway. Ternyata di busway, ia menemui hal yang sama. Orang-orang seolah merasa tak ada orang di sekitarnya. Asyik dengan telefon masing-masing. Ada yang memainkan jemarinya di layar telefon. Ada pula yang menutupi telinganya dengan earphone.
Si tokoh semakin bersenandika ketika orang-orang di kafe, tempat di mana ia janjian dengan kekasihnya, sama seperti apa yang ia lihat di bus dan di perjalanan sebelumnya. Semakin gemuruh senandikanya kala kekasihnya pun berbuat hal yang sama. Ia tak dihiraukan. Kekasih lebih banyak menghabiskan waktu dengan telefon pintarnya (smartphone).
Begitulah cerita kegundahan seorang penulis, lewat karya cerpennya (tayang di koran Kompas. Saya lupa judul cerpennya). Cerita tentang kesunyian di tengah keramaian. Kegundahan terhadap perubahan wujud interaksi sosial, dari interaksi nyata ke interaksi media. Dahulu orang berinteraksi tatap mata. Kini orang lebih suka interaksi lewat media (telefon: smartphone). Dahulu orang lebih senang basa-basi dengan kenalan baru, dengan orang di sebelah. Kini orang lebih suka bermain game, chat, atau sekadar mendengarkan musik lewat telefon pintar.
Ada orang yang memegang lebih dari 1 telefon. Ada pula yang memegang hanya 1 telefon. Itu tergantung dari tujuan orang tersebut. Apakah itu atas dasar profesi, atas dasar gengsi, atau atas dasar kesenangan semata. Begitulah ragam mereka yang gemar bermain-main dengan telefon.
Arianna Huffington menyebut zaman ini dengan zaman candu telefon pintar. Dari bangun sampai hendak tidur tak bisa lepas dari telefon pintar. Demikian pendiri The Huffington Post itu berujar di salah satu televisi di Amerika Serikat, saat berbincang tentang buku barunya.
Zaman telah berubah. Dari era tradisional, era serba tatap muka menjadi era serba digital. Bagaimana kamu menyikapi zaman ini?

Jogja, 13 Juli 2014.

Share this:

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar Anda di sini. Semoga komentar Anda menjadi awal silaturahmi, saling kritik dan saling berbagi.

 
Back To Top
Copyright © 2014 Fredy Wansyah. Designed by OddThemes