ARTIKEL PINTASAN

Saturday, June 28, 2014

Pikiran Pemilih Calon Presiden


 
ilustrasi (foto: jakartensis.blogspot.com)
Pikiran Pemilih Calon Presiden Ada banyak logika pemilih dalam pilpres. Ada logika lurus dan ada pula logika terbalik. Tiap-tiap logika punya maksud tersendiri dan punya satu tujuan.
Jika si pemilih suka calon A, dan ingin calon tersebut menjadi pemimpin negara, maka ia mencoblos calon A. Jika si pemilih tidak suka calon A, dan tidak ingin calon A memimpin negara, maka ia akan mencoblos si B. Jika si pemilih tidak suka calon A, dan ingin membuktikan bahwa si A buruk dalam kepemimpinan, maka ia akan mencoblos si A. Begitulah dasar berpikir pemilih terhadap calon. Selanjutnya, atas suka atau tidak suka, pemilih akan mengembangkan pemikirannya.
Ada pula dasar pemilihan yang berdasarkan kepartaian. Ada pemilih yang loyal terhadap partai, dari dulu hingga sekarang percaya pada partai X. Ada pemilih yang tak loyal, bergantung pada situasi dan kondisi. Ada pula pemilih berdasarkan pengalaman. Misalnya, saat partai X berkuasa kekerasan terjadi di lingkungannya. "Ih, gak mau milih partai itu lagi, siapa pun yang dia calonkan. Dulu pas presidenya dari partai itu, preman semena-mena," kata salah seorang warga di Simalungun, pada masa-masa pemilihan legislatif 2014.
Selain itu, ada pula pemilih pesimistis. Pemilih tidak yakin dengan calon maupun partai yang ada. Biasanya pemilih seperti ini tidak memberi ruang kepercayaan sedikit pun kepada calon maupun partai yang ada. Bisa saja karena pengalaman buruk. Bisa saja karena penilaian sistemnya. Bisa saja karena keengganannya memikirkan politik. Bisa saja karena keburukan moral dari politisi yang sering tampil di layar televisi. Pemilih seperti ini biasanya tergolong dalam lingkaran Golongan Putih (golput).
Di luar dasar berpikir pemilih itu semua, ada pula suara-suara pemilih yang mengambang. Tidak punya sikap, bak air. Selalu mengikuti instruksi orang-orang sekitarnya saat masa pencoblosan. Awalnya cuek. Tak ingin ambil pusing. Saat pencoblosan, barulah ia bertanya-tanya kepada orang di sekitarnya.

Lalu, seperti apa dasar pikirmu sebagai pemilih yang memiliki hak suara pemilihan presiden kali ini?

Share this:

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar Anda di sini. Semoga komentar Anda menjadi awal silaturahmi, saling kritik dan saling berbagi.

 
Back To Top
Copyright © 2014 Fredy Wansyah. Designed by OddThemes